Lukisan 'Wanita di Tepian Sungai'
Kadang
kala saya suka menyendiri di Cibodas Puncak. Suatu waktu saya duduk
ditepian sungai berair bening, dingin, dengan hamparan batu berlumut
hijau dan daun daun semak menyentuh tepian air sungai. Dalam keadaan
hutan rimba yang
hening, hanya terdengar riak air sungai diselingi siulan burung. Tiba
tiba terbayang tubuh wanita langsing putih bagai mayat
tergeletak lunglai ditepian sungai tersebut. Bayangan ini terus menerus
menghantui saya selama saya berada disana. Kemudian saya kembali ke
villa langsung saya melukis.
Tentunya saya ekspresikan bayangan wanita tersebut melalui cat minyak
pada kanvas. Jadilah sebuah lukisan 'Wanita di Tepian Sungai'.
Entah kenapa, sepuluh tahun kemudian terjadi pembunuhan pada adik ipar saya
- wanita, mayat nya dibuang ke sungai. Kronologis kejadian pembunuhan ini
mengingatkan saya pada lukisan ini.
Lukisan 'Anak Lelaki di Candi Borobudur'
Banyak teman mengatakan kalau anak lelaki dalam lukisan ini adalah Reza, anak
tiriku. Memang wajahnya mirip Reza usia 9 - 10 tahun. Memang saya bertemu Reza
ketika berumur 9 tahun. Namun Reza lahir di tahun 1995 sedangkan lukisan
ini di buat tahun 1985, saat saya masih menjadi mahasiswa arsitektur
Universitas Trisakti. Lukisan ini saya buat berdasarkan foto yg sembarang
saya ketemukan. Yang jelas bukan foto Reza, karena Reza belum lahir saat
lukisan ini dibuat. Namun saat saya melukis ada beberapa bagian saya rubah
yakni bagian wajah dan tangan. Ternyata wajah anak lelaki dalam lukisan ini
memunculkan wajah anak tiri saya 20 tahun kemudia
Lukisan 'Perpisahan Cinta Pertama'
Lukisan
cat air ini dibuat saat saya kuliah arsitektur di universitas Trisakti.
Saat saya berpisah dengan gadis yg merupakan cinta pertama saya.
Perpisahaan yg
membuat saya patah hati, begitu mendalam dan sesnsitif.Ternyata cinta bisa melabilkan seseorang atau merubah tujuan hidup
seseorang
bahkan merubah karakter seseorang.
Lukisan 'Sendiri Sepi'
Saat kamu hadir dalam hidupku, seperti cahaya yg mengangkat diriku, seperti
angin sejuk di kala kering melanda. Namun, ada hubungan terlarang diantara
kita, sehingga kita tidak dapat melakukan lebih dari ini. Kamupun tidak bisa selalu
ada didekatku. Aku pun sulit menerima kehadiran orang lain dalam hatiku.
Kesendirianku semakin menghampakan diriku. Dan aku semakin menelanjangi diriku dalam ketidak jelasan cinta.
Lukisan 'Empat Apel'
Beberapa bulan sebelum saya menikah, saya melukis. Entah kenapa saya terdorong
ingin melukis Apel. Dan hanya bisa melukis 4 buah Apel. Sampai sekarang
anggota keluarga saya pun hanya berjumlah 4 orang. Satu buah apel kecil yakni
putri saya yg masih berusia 6 tahun, sedangkan kakak nya berusia 18 tahun. Usia
saya dan isteri saya mendekati 50 tahun, dan tidak mungkin isteri saya
melahirkan lagi. Anggota keluarga saya tetap 4 orang, sama dengan lukisan 4
Apel yg saya buat sebelum saya menikah.
semangat terus indonesia perlu orang seperti anda... tentang seni..
BalasHapusartikel yg bagus bosku^^
BalasHapusijin komen yaa... ^_^
yuk di coba bermain di situs kami
dan dukung tim favorit mu di SEMI FINAL UEFA
ada banyak diskon dan banyak bonusnya juga lohh..!!
BONUS DEPOSIT 10%
BONUS CASHBACK 15%
7 GAME DALAM 1 ID
-TOGEL
-SLOT
-SABUNG AYAM
-CASINO
-SPORTBOOK
-EGAMES
-POKER
INFO LEBIH LANJUT
WA: +6285243178981
WWW.CANDIANGKA.ORG
makasih sudah share yah kak
BalasHapuscara cek no axis