FAMOUS PAINTERS



16 PELUKIS TERKENAL DI DUNIA DAN LUKISAN TERMAHALNYA
 
1. MICHELANGELO (1475 - 1564) Italia


 




"Tak pelak lagi, tokoh terdepan dalam seni visual dalam sejarah adalah budayawan besar masa 'Renaissance', Michelangelo. Bukan kepalang briliannya selaku pelukis, pemahat dan arsitek, meninggalkan hasil karya yang mempesona tiap orang yang melihatnya selama lebih dari empat abad. Karyanya secara mendalam mempengaruhi perkembangan seni lukis dan pahat Eropa sesudahnya", demikian ulasan penulis Michael H. Hart dalam bukunya ' Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah'

Lahir di Caprese, Italia. Karya karyanya amat mempesona dan sangat berpengaruh, Fresko besar yang menghiasi dinding atas gereja Sistine di Roma merupakan kreasi terbesar sepanjang jaman. Patung "Daud" dam "Musa"nya - misalnya - dan "Pieta" yang mashur merupakan hasil karya seni yang tak terlampaui. Karya arsitek terbesarnya adalah gereja Medici di Florence dan juga jadi kepala arsitek gereja St. Peter di Roma. Sepanjang hidupnya Michelangelo banyak membikin sajak, sekitar 300 sajak di temukan. Sajak sajaknya mencerminkan corak kepribadiannya, hingga akhir hidupnya tidak menikah.




2. LEONARDO DA VINCI  (1452 - 1519) Italia






"Mona Lisa" nilai tertanggung asuransi 1962 US $ 100 juta, dengan inflasi di tahun 2006 menjadi US $ 670 juta (Rp 7,3 triliun)


Lukisan karya Leonardo da Vinci yang berjudul “Mona Lisa” adalah lukisan yang menjadi ikon seni di dunia dan ini terdaftar pada Guinnes Book of Records  sebagai lukisan yang memiliki nilai tertanggung asuransi tertinggi. Pada tanggal 14 Desember 1962, sebelum acara pameran di Amerika Serikat, nilai asuransi lukisan Mona Lisa sebesar US $ 100 juta, bila diperhitungkan dengan inflasi, maka nilai asuransi di tahun 2006 akan sesuai dengan US $ 670 juta ( Rp 7,3 triliun dengan kurs dollar terhadap rupiah Rp 11.000). Fakta diakui bahwa karya seni lukis ini paling mahal.

   Leonardo dikenal dengan lukisannya '' Last Supper" dan "Monalisa" yang tak ternilai harganya.     Mungkin dialah manusia genius yang paling brilian yang pernah hidup di planit bumi ini. Tokoh berasal dari Itali ini adalah seniman kelas tinggi dan termasyur karena bakat dan reputasinya, tidak saja ahli melukis, dia adalah seorang Arsitek, Sastrawan, Musisi dan Pematung. Dalam buku catatannya banyak sketsa penemuan penemuan modern, misalnya masalah pesawat terbang dan kapal selam, namun banyak ide idenya tidak dapat dilaksanakan.  Karya karya lukisan artistiknya tidak sampai dua puluh lima jumlah yang masih tertinggal.


Leonardo merupakan anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina. Ia memiliki nama lengkap Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero dari kota Vinci.

Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma. Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangelo dalam merancang katedral Santo Petrus. 

Maha karyanya, "The Last Supper" (Jamuan Terakhir) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain ada yang menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Sumber : Wkipedia.com, Michael H Hart



3. REMBRANDT VAN RIJN (1606 - 1669) 
     Belanda







"Potrait of a Man" US $ 45,7 juta / Rp 502 milyar

London - Lukisan seniman Belanda, Rembrandt, yang tak pernah diperlihatkan publik, laku dalam pelelangan di London seharga US$45,7 juta yang memecahkan rekor termahal.

 "Lukisan itu bertajuk Portrait of a man, half-length, with his arms akimbo dan dibuat Rembrandt pada 1658. Ini merupakan harga tertinggi untuk sebuah lukisan karyanya," demikian pernyataan rumah lelang Christie's, seperti dilansir Reuters, Rabu September 2012.. Karya Rembrandt adalah bintang lukisan di rumah lelang Christie's, senantiasa diminati para kolektor kaya raya manca negara.
Lukisan Rembrandt van Rijn lainnya yang berjudul "Penjaga Malam" dibuat tahun 1642 dan sangat terkenal. Lukisan setinggi 12 kaki dan panjang 14 kaki. Lukisan itu mengenai Penjaga Malam sekelompok penduduk kota Amsterdam yang digambarkan sebagai para pengawal Kapten Frans Banning Cocq.

Rembrandt Harmenszoon van Rijn lahir di Leiden, Belanda pada hari Sabtu, 15 Juli 1606. Rembrandt adalah seorang pelukis warga negara Belanda dan dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Belanda bahkan Éropa. Kontribusinya dalam seni berada dalam masa kejayaan Golden Dutch Golden Age.

Pada usia 14 tahun Rembrandt mendaftarkan diri pada universitas Leiden, namun ia  putus kuliah pada tahun yang sama dan magang di studio Jacob van Swanenburgh. Pada usia 17 ia pergi ke Amsterdam dan belajar bersama pelukis sejarah Pieter Lastman. Rembrandt menciptakan lebih dari 600 lukisan, dengan kira-kira 60 buah diantaranya adalah lukisan potret.

Meskipun sukses sebagai seorang seniman, guru, dan pedagang karya seni, gaya hidupnya yang terlalu mewah memaksa dia untuk menyatakan diri bangkrut pada tahun 1656. Namun, produksi lukisan-lukisannya tidak menjadi surut, dan ia tetap terus berkarya.



4. PAUL CEZANNE (1839 - 1906) Perancis






“Still Life with Jug and drapery” US $ 60,205 jt / Rp 662 milya


Lukisan Paul Cezanne yang berjudul "Still Life with Jug and Drapery" laku terjual US $ 60,205 juta pada bulan Mei 1999. Itu salah satu karya dari beberapa karya Paul Cezanne yang memiliki nilai tertinggi. Namun lukisannya yang memiliki harga tertinggi dan sangat fantastis yang berjudul "The Card Player" yang ditampilkan diatas pada halaman ini, terjual terakhir sekitar US $ 260 juta  / Rp 2,86 triliun. Lukisan karya Paul Cezanne ini merupakan lukisan termahal yang pernah dijual, yaitu sekitar 260 juta dollar pada April 2011. Pembeli lukisan ini adalah Royal Family of Qatar.

Paul Cézanne lahir di Aix-en-Provence, salah satu bagian dari daerah selatan Perancis pada 19 Januari 1839 dan meninggal 22 Oktober 1906 di wilayah kelahirannya pada usia 67 tahun. Masa 1859 hingga 1861 dihabiskan Cézanne untuk mendalami bidang hukum di Aixm. Namun bidang hukum ditinggalkannya, kemudian pindah ke Paris untuk mengembangkan dunia seni lukis.

Cézanne jarang sekali memamerkan karyanya, karena terus menerus di tolak oleh kurator Paris Salon dan kemudian Cezanne terus bekerja dalam keterasingan di Provençe, jauh dari Paris. Walaupun demikian dia tetap sering melukis.

Cezanne adalah pelukis Perancis yang hidup pada masa Post Impresionisme. Karyanya merupakan peralihan dari konsep seni abad 19 menuju kebebasan mutlak seni pada abad 20. Jiwanya yg inovatif dan selalu melakukan perubahan tercermin pada karyanya, pemberontakan terhadap paham impresionisme yang saat itu sedang populer. Hal ini menjadi inspirasi seniman pembaharu seperti gaya kubisme Picasso, meskipun gaya Cezanne sendiri belum bisa disebut kubisme. Karyanya juga menginspirasi seniman fauvisme. Bagi kalangan seni modern pada abad 20, Cézanne adalah bapak konsep kesenian modern. Pablo Picasso memanggilnya "Bapak bagi kita semua".

Pada 1906, Cézanne jatuh pingsan saat membuat lukisan di luar ruangan dalam keadaan badai. Seminggu kemudian, pada 22 Oktober, ia meninggal akibat pneumonia.


5. CLAUDE MONET (1840 - 1926) Perancis







"Le Bassin aux Nympheas" US $ 80,5 juta / Rp 885,5 milyar

Lukisan Claude Monet Le Bassin aux Nympheas terjual dengan harga US $ 80,5 juta atau sekitar Rp 885,5 miliar dalam lelang di London, Inggris. Ini sekaligus memecahkan rekor lukisan termahal oleh pelukis yang sama.

Claude Oscar Monet lahir 14 November 1840 di Paris, Perancis, Wafat5 Desember 1926 (umur 86) di Giverny, Perancis. Pelukis warga negara Perancis ini penganut aliran impresionisme. 

Awal April 1851 Monet memasuki sekolah Le Havre. Ia segera terkenal dengan karikatur-karikatur carchoalnya. Pada Juni 1861 Monet bergabung dengan pasukan Resimen I Kavaleri Ringan Afrika di Aljazair selama dua tahun dari tujuh tahun masa wajib militer. 
Masa wajig militer telah di jalani, kemudian Claude Monet kembali ke dunia lukisan, yakni bergabung dengan studio Charles Gleyre di Paris, dan kemudian bertemu Pierre-Auguste Renoir, Frederic Bazille, dan Alfred Sisley. Kemudian mereka bersama mengembangkan teknik baru dalam seni rupa dengan melukis berdasarkan efek-efek pantulan cahaya yang ditangkap mata, konsep dasar awal dari aliran Impresionisme yang kita kenal.

Banyak karya terbaik Monet dihasilkan pada saat tinggal di Argenteuil, desa di Seine di dekat Paris antara tahun 1871 hingga 1878.



6. PIERRE AGUSTE RENOIR (1841 - 1919)
    Perancis


 



"Bal Au Muolin de la Gallet" US $ 135 jt / Rp 1,48 triliun

Pierre Auguste Renoir lahir di kota Limoges, Haute-Vienne, France pada 25 Februari 1841. Pada usia remaja dia telah bekerja sebagai pelukis bunga-bunga di piring porselen.

Pada tahun 1862, belajar melukis secara profesional ke Atelier Gallery, dan bergabung dengan pelukis-pelukis Claude Monet, Camille Pissarro, dan Paul Cezanne. Dia pun dianggap sebagai pelopor aliran impresionis.

Menjelang usia 60 tahun Renoir menderita lumpuh karena serangan radang sendi, sehingga tak bisa menggerakkan tangannya secara kuat dan bebas. Dalam kondisi seperti itu dia terus melukis, dengan gerakan lengan yg serba terbatas, dia terus menyesuaikan sentuhan-sentuhan kuas dengan gaya lukisan yang lebih bebas. Sebelum wafatnya pada 3 Desember 1919, Renoir berhasil menyelesaikan lukisan terakhirnya, “The Nymps”.



7. PAUL GAUGUIN (1848 -1903)








"Bathers" US $ 55 juta / Rp 605 milyar

Paul Gauguin, “Bathers” dibuat tahun 1898 telah terjual bulan Oktober 2005 mencapai hargha US $ 55 million. 


Ada beberapa karya Paul Gauguin yang berharga tinggi seperti lukisannya yang berjudul  "mujer de los mangos" yaitu  seorang Tahiti sedang mandi dibawah pohon manga. Menurut perkiraan pra lelang harganya sekitar US $ 40 - 60 juta dan diperkirakan akan melampaui rekor sebelumnya.

Eugene Henri Paul Gauguin lahir 7 Juni 1848 dan meninggal 8 Mei 1903 pada umur 54 tahun adalah seorang tokoh pelukis bergaya Post - Impressionist. Eksperimennya yang berani dengan menggunakan warna membawanya pada gaya Synthetist dari modern art. Tidak hanya itu saja, dalam karya karya lukisannya juga ada pengaruh gaya cloisonnist, membuka jalan menuju primitivisme dan kadang kembali menuju gaya pastoral (gaya lukis yang menggambarkan kehidupan para gembala di padang). Ia juga seorang pendukung yang sangat berpengaruh atas masuknya memahat kayu dan memotong kayu sebagai bentuk kesenian.



8. VINCENT VAN GOGH (1853 - 1890) Belanda











"Potrait of  Dr. Gachet"  US $ 142,7 juta /  Rp 1,56 triliun

Beberapa lukisan Vincent Willem Van Gogh berharga ratusan milyar rupiah bahkan mencapai triliunan rupiah. Seperti lukisannya yang berjudul "Portrait of Dr. Gachet" yang dibuat tahun 1889 dengan media oil on canvas berukuran 95 cm X 125 cm dilelang mencapai US $ 142,7 juta, sekitar Rp 1,56  triliun. Lukisan ini berisi gambar seorang dokter bernama Dr. Paul Gachet yang merawat pelukis yaitu Vincent van Gogh pada akhir masa hidupnya...


Karya Vincent Van Gogh lainnya yang berjudul “Wheatfield with Cypresses,” 1916 telah terjual pada tahun 1993 seharga US $ 57.0 juta. 
Vincent Willem van Gogh (ucapan Belanda: [vɪnˈsɛnt vɑnˈxɔx] ) lahir 30 Maret 1853 di Zundert, Belanda, kemudian wafat 29 Juli 1890 di Auvers-sur-Oise, Perancis dan tetap kewarganegaraan Belanda. 
Van Gogh pernah bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, sebagai guru, dan sebagai misionaris di wilayah pertambangan yang sangat miskin. Ia baru menjadi seniman pada tahun 1880. Mulanya karya-karyanya menggunakan warna-warna yang suram. Ketika dia tinggal di Aries Paris terpengaruh oleh gaya impresionisme dan post impresionisme, warna-warna lukisammya lebih cerah dan gaya lukisannya unik dan mudah dikenali. Termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.

Vincent van Gogh didiagnosa menderita epilepsi yang cukup parah, pernah memotong telinganya sendiri. Menghabiskan sisa hidupnya di R.S. Jiwa Saint-Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Di rumah sakit jiwa dia tetap melukis.

Ada perbedaan pendapat mengenai meninggalnya. Sebagian mengatakan bunuh diri dengan pistol sebagian lagi karena tertembak oleh anak yang sedang memainkan pistol. Demi mengamankan anak tersebut, Vincent mengatakan dia menembak dirinya sendiri




9. GUSTAV KLIMT (1862 - 1918) Austria






"Adele Bloch-Bauer" US $ 148,7 juta / Rp 1,63 triliun

Lukisan karya Gustav Klimt yang berjudul "Adele Bloch-Bauer" laku terjual pada bulan Juni 2006 seharga US $ 148,7 juta kepada Ronald Lauder untuk dipajang di Neue Galerie mililiknya di New York City. 

Karya Gustav Klimt lainnya “Portrait of Adele Bloch-Bauer II” 1912 terjual 8 November 2006 mencapai US $ 87,936 juta.
Lukisan yang berjudul "Adele Bloch Bauer" diselesaikan pada 1907 berukuran 138 X 138 cm terbuat dari minyak dan emas pada kanvas, yang menunjukan ornamentasi yang rumit dan kompleks dalam gaya Jugendstil. Lukisan tersebut dibuat di Wina atas pesanan seorang pengusaha Ferdinand Bloch-Bauer dengan model dalam lukisan tersebut adalah isterinya, Adele Bloch-Bauer. Di akhir hidupnya, Adele meminta pada suaminya menyumbangkan lukisan Klimt ke Galeri Negara Austria pada tahun 1925. Lukisan ini sempat disita oleh Nazi dan sempat pula menjadi polemik kepemilikan yg sah atas lukisan tersebut.

Gustav Klimt adalah seorang pelukis Austria beraliran simbolisme, lahir 14 Juli 1862 kemudian wafat 6 Pebruari 1918, Ia adalah anggota aktif dan paling terkenal dari gerakan Art Nouveau Wina (Vienna Secession). Sebagian besar karyanya dipajang di Vienna Secession Gallery. Karya-karya besarnya termasuk lukisan, mural, sketsa, dan obyek-obyek seni lainnya. Subyek utama Klimt adalah wanita, dan karya-karyanya menunjukan erotisme dan kecantikan. Gambar-gambarnya dengan pensil, yang berjumlah sangat banyak, dianggap sebagai peninggalan terbaiknya.



10. EDVARD  MUNCH (1863 - 1944) Norwegia








"The Scream" US $ 119,9 jt / Rp 1,31 triliun

"The Scream" sebuah lukisan karya pelukis ekspresionis Norwegia, Edvard Munch, dilelang di Sotheby, New York, Mei 2012 dengan harga US $ 119,9 juta, sekitar Rp 1,31 triliun. Kisah seorang yang ketakutan menjerit dengan latar belakang cakrawala yang berwarna merah darah dan dataran biru gelap kehitaman dalam lukisan Edvard Munch berjudul "The Scream" 1893, Galeri Nasional, Oslo.

Edvard Munch lahir 12 Desember 1863 – meninggal 23 Januari 1944  adalah pelukis aliran ekspresionisme berkebangsaan Norwegia. Gambarannya terhadap kesengsaraan atau penderitaan sangat memengaruhi perkembangan ekspresionisme di Jerman pada permulaan abad 20. 

Sebagaimana halnya dengan banyak karya lainnya, Munch juga melukis beberapa versi untuk lukisan berjudul The Scream. Salah satu dicuri pada tahun 1994 dan lainnya pada tahun 2004. Kedua lukisan yang dicuri ini akhirnya dapat ditemukan kembali.
The Scream(1893) awalnya disebut Despair, lukisan paling terkenal Munch, dianggap sebagai ikon penggambaran penderitaan dan merupakan salah satu bagian dari seri yang disebut The Frieze of Life, di mana Munch mengeksplorasi tema kehidupan, cinta, takut, kematian, dan kesedihan.  Diduga Munch sedang mengalami depresi berat saat mengerjakan lukisan ini seperti dituliskannya dalam catatan hariannya mengenai latar belakang pembuatan The Scream.
"I was walking along the road with two friends. The sun was setting. I felt a breath of melancholy – Suddenly the sky turned blood-red. I stopped, and leaned against the railing, deathly tired – Looking out across the flaming clouds that hung like blood and a sword over the blue-black fjord and town. My friends walked on – I stood there, trembling with fear. And I sensed a great, infinite scream pass through nature." (Munch, 1892).
 
Ibunya meninggal karena tuberkulosis waktu ia masih berusia 5 tahun, lalu ia kehilangan saudara perempuannya saat berumur 14 tahun. Ketika ia berumur 25 tahun, ayahnya meninggal dunia. Tidak lama setelah itu, saudara perempuan satu-satunya, Laura, mengalami depresi berat dan masuk rumah sakit jiwa. Bagi Munch, hidupnya dikelilingi dengan tanda-tanda kematian. Mungkin latar belakang yang demikian menjadi salah satu alasan mengapa Munch melihat seni sebagai sebuah pengalaman pribadi. Seni menjadi medium untuk menjelaskan tentang hidup dan maknanya bagi dirinya sendiri. Dan mungkin latar belakang itu pula yang membuatnya memilih gaya ekspresionis dalam melukis.
Sumber : id.wikipedia.org. Ev. Maya Sianturi, bulettinpilar.com



 
11. HENRI MATISSE (1870 - 1954) Perancis





Henri-Émile-Benoît Matisse lahir di Le Cateau-Cambresis, Nord, Perancis. Putra tertua dari seorang pedagang gandum yang makmur. Ia dibesarkan di Bohain-en-Vermandois, Picardie, Perancis. Pada tahun 1887, ia pergi ke Paris untuk belajar hokum. Setelah mendapatkan kualifikasinya, ia bekerja sebagai administrator pengadilan di Le Cateau-Cambresis.

Ia pertama kali mulai melukis pada tahun 1889, setelah ibunya membawanya perlengkapan seni. Ia pun merasa telah menemukan semacam “surga" dan memutuskan untuk menjadi seorang seniman. Hal ini sangat mengecewakan ayahnya. Pada tahun 1891, ia kembali ke Paris untuk belajar seni di Julian Académie dan menjadi murid William-Adolphe Bouguereau dan Gustave Moreau. Awalnya ia melukis obyek mati yang tampak “hidup” dan pemandangan darat dalam gaya tradisional, di mana ia mencapai kemahiran. Matisse dipengaruhi oleh karya-karya guru sebelumnya seperti Jean-Baptiste-Siméon Chardin, Nicolas Poussin, dan Antoine Watteau, serta seniman modern seperti Édouard Manet, dan seni Jepang. Chardin adalah salah satu pelukis yang paling dikagumi Matisse, sebagai seorang mahasiswa seni ia membuat salinan dari empat lukisan Chardin di Louvre.
 Pada tahun 1896 dan 1897, Matisse mengunjungi pelukis Australia, John Peter Russell, di pulau Belle-Île, lepas pantai Brittany. Russell memperkenalkannya kepada Impresionisme dan karya van Gogh yang pernah menjadi teman Russel. Gaya Matisse berubah sepenuhnya, dan ia kemudian akan mengatakan "Russell adalah guru saya, dan Russell menjelaskan teori warna kepada saya.” 

Pada tahun 1896, lima lukisan Matisse dipamerkan di Société Nationale des Beaux-Arts, dua di antaranya adalah dibeli oleh Negara.

Dengan model Caroline Joblau, ia kemudian memiliki seorang putri, Marguerite, lahir pada tahun 1894. Pada tahun 1898 ia menikah dengan Amélie Noellie Parayre, dan mereka berdua merawat Marguerite bersama-sama dan memiliki dua putra, Jean (lahir 1899) dan Pierre (lahir 1900). Marguerite dan Amélie sering dilukis sebagai model oleh Matisse.
Pada tahun 1898, atas saran dari Camille Pissarro, ia pergi ke London untuk mempelajari lukisan JMW Turner dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Corsica. Setelah kembali ke Paris pada bulan Februari 1899, ia bekerja dengan Albert Marquet dan bertemu André Derain, Jean Puy, dan Jules Flandrin. Matisse membenamkan dirinya dalam pekerjaan orang lain dan membeli karya dari pelukis yang ia kagumi. Karya yang ia pajang di rumahnya, termasuk patung plester oleh Rodin, sebuah lukisan karya Gauguin, sebuah gambar karya van Gogh, dan Three Bathers karya Cézanne. Matisse menemukan inspirasi utamanya dari struktur gambar dan warna Cézanne. Banyak lukisan Matisse (1898-1901) menggunakan teknik Divisionist yang ia adopsi setelah membaca esai Paul Signac itu, "D'Eugène Delacroix au neo-impressionisme" . 

Pada 1902-1903 merupakan periode kesulitan bahan untuk pelukis, sehingga lukisannya relatif muram. Setelah membuat patung pertamanya, salinan Antoine-Louis Barye, pada tahun 1899, ia mengabdikan banyak energi untuk bekerja dengan tanah liat, menyelesaikan The Slave pada tahun 1903.

Gaya Fauvisme dimulai sekitar 1900 dan berlanjut melampaui 1910. Para pemimpin gerakan itu yaitu Matisse dan André Derain. Pameran tunggalnya yang pertama adalah di galeri Ambroise Vollard ini pada tahun 1904, tanpa mendapatkan banyak keberhasilan.
Kesukaannya pada warna cerah dan ekspresif menjadi lebih jelas setelah ia menghabiskan musim panas (1904) melukis di St Tropez dengan neo-impresionis, Signac, dan Henri Edmond Cross. Pada tahun itu, ia melukis lukisan yang paling penting dari karya-karyanya dengan gaya neoimpresionis, Luxe, Calme et Volupté. 

Pada tahun 1905, Matisse dan sekelompok seniman yang sekarang dikenal sebagai "Fauves", memamerkan karyanya bersama-sama di sebuah kamar di Salon d'Automne. Lukisan-lukisannya mengungkapkan emosi dengan liar, warna yang tegas, tanpa memperhatikan warna-warna alami subjek. Matisse menunjukkan Open Window and Woman with the Hat di sana. Kritikus, Louis Vauxcelles,mendeskripsikan karya mereka dengan frase "Donatello parmi les Fauves!" (Donatello di antara binatang buas), mengacu pada sebuah patung Renaissance yang berbagi ruang dengan mereka. Komentarnya dicetak pada tanggal 17 Oktober 1905 di Gil Blas, surat kabar harian, dan masuk ke penggunaan populer. Pameran itu memang menuai kritik keras tetapi juga beberapa perhatian yang menguntungkan. Ketika lukisan yang sangat dikecam, Women with the Hat karya Matisse, dibeli oleh Gertrude Stein dan Leo, semangat Fauvisme meningkat. Kemudian Matisse diakui sebagai pemimpin Fauves, bersama dengan André Derain. Keduanya adalah saingan yang ramah, masing-masing dengan pengikutnya sendiri. Penurunan gerakan Fauvist setelah 1906 tidak mempengaruhi semangat Matisse.

Banyak dari karya-karyanya terbaik diciptakan antara 1906 dan 1917 ketika ia aktif di pertemuan besar artist berbakat di Montparnasse, meskipun ia tidak cukup cocok dengan penampilan konservatif dan ketat. Dia terus menyerap pengaruh baru.
Ia berkunjung ke Aljazair pada 1906 mempelajari seni Afrika dan Primitif. Setelah melihat sebuah pameran besar seni Islam di Munich pada tahun 1910, ia menghabiskan dua bulan di Spanyol mempelajari seni Moor. Ia mengunjungi Maroko pada tahun 1912 dan lagi pada tahun 1913. Saat melukis di Tangiers, ia membuat perubahan inovatif pada beberapa karyanya, termasuk penggunaan hitam sebagai warna. Pengaruh pada seni Matisse adalah suatu keberanian baru dalam penggunaan intens, warna yang tidak termodulasi, seperti di L'Atelier Rouge. Matisse memiliki asosiasi lama dengan kolektor seni Rusia, Sergei Shchukin. Ia menciptakan salah satu karya utamanya, La Danse, khusus untuk Shchukin dan lukisan lainnya adalah Music, 1910.

Sekitar April 1906 ia bertemu Pablo Picasso, yang 12 tahun lebih muda dari Matisse. Kedua menjadi teman seumur hidup serta saingan dan sering menjadi perbandingan. Satu perbedaan utama antara mereka adalah bahwa Matisse melukis dan menggambar dengan subyek alam, sementara Picasso lebih cenderung bekerja dengan imajinasi. Subyek yang paling sering dilukis oleh kedua seniman adalah perempuan dan benda mati yang dibuat “hidup”, sementara Matisse lebih menempatkan interior yang realistis. 

Matisse menghabiskan tujuh bulan di Maroko 1912-1913, memproduksi sekitar 24 lukisan dan beberapa gambar. Pada tahun 1917 Matisse pindah ke Cimiez di Riviera Perancis, pinggiran kota Nice. Karyanya pada dekade ini menunjukkan relaksasi dan lebih halus dari biasanya. Pada akhir 1920-an, Matisse terlibat dalam kolaborasi aktif dengan seniman lain. Ia tidak hanya bekerja dengan orang Prancis, Belanda, Jerman, dan Spanyol, tetapi juga beberapa orang Amerika.

Setelah tahun 1930 sebuah semangat baru dan penyederhanaan muncul dalam karyanya. Kolektor seni Amerika, Albert C. Barnes, meyakinkannya untuk menghasilkan karya besar untuk Yayasan Barnes, The Dance II, yang diselesaikan pada tahun 1932. Penyederhanaan dan teknik bayangannya terlihat dalam lukisan Larga Reclining Nude (1935). Matisse bekerja pada lukisan ini selama beberapa bulan dan mendokumentasikan kemajuan dengan serangkaian 22 foto yang ia dikirim ke Etta Cone.
Ia dan istrinya berpisah pada tahun 1939, setelah 41 tahun bersama. Pada tahun 1941, ia menjalani bedah kolostomi. Setelah itu ia mulai menggunakan kursi roda, dan sampai kematiannya ia dirawat oleh seorang wanita Rusia, Lydia Delektorskaya, yang sebelumnya merupakan salah satu modelnya. 

Pada 1947, ia menerbitkan Jazz, sebuah buku edisi terbatas yang berisi cetakan kolase potongan kertas warna-warni, disertai dengan pikirannya yang tertulis.
Pada tahun 1940 ia juga bekerja sebagai seniman grafis dan menghasilkan ilustrasi hitam-putih untuk beberapa buku dan lebih dari seratus litograf asli di studio Mourlot di Paris. Pada tahun 1951 Matisse menyelesaikan sebuah proyek empat tahun merancang interior, jendela kaca dan dekorasi dari Chapelle du Rosaire de Vence, sering disebut sebagai kapel Matisse. Proyek ini adalah hasil dari persahabatan erat antara Matisse dan Suster Jacques-Marie.

Pada tahun 1952 ia mendirikan sebuah museum yang didedikasikan untuk pekerjaannya, Museum Matisse di Le Cateau, dan sekarang koleksi terbesar ketiga dari Matisse di Perancis. Menurut David Rockefeller, tugas akhir Matisse adalah mendesain jendela kaca di Union Church of Pocantico Hills. Matisse meninggal karena serangan jantung pada usia 84 pada November 1954. Ia dimakamkan di pemakaman Monastère Notre Dame de Cimiez, dekat Nice.
 
 
 
 




 12. PABLO PICASSO (1881 - 1973) Spanyol










"Nude, Green Leaves and Bus" US $ 106,5 jt / Rp 1,17 triliun


Karyanya yang berjudul "Nude, Green Leaves and Bus" terjual dengan harga US $ 106,5 juta (sekitar Rp 1,17 triliun) di acara lelang di Christie New York.

Lukisan berjudul “Boy with a Pipe” di 1904 terjual 4 May 2004 seharga US $ 104.1 juta. Lukisan judul “Dora Maar with Cat” di 1941 telah terjual 3 May 2006 seharga US $ 95.2 juta. Lukisan “Woman with arms crossed,” tahun 1901-1902 telah terjual 18 November  2000  seharga US $ 55.0 juta.
 
Pablo Ruiz Y Picasso dilahirkan tahun 1881 di kota Malaga, Spanyol. Tahun 1904 menetap di Paris.
Picasso berkata mengenai cara dia melukis, "Bila kamu melukis cangkir, akan kutunjukan padamu bahwa bentuknya bundar; tapi itu sesuatu irama umum dan konstruksi lukisan memaksa aku menunjukan bahwa yang namanya bundar itu sebagai sesuatu yang persegi"
Gaya seni Picasso dikagumi karena imajinasinya, vitalitasnya dan kepercayaannya terhadap dunia luar. Dia merupakan tokoh utama dalam seni modern dan tokoh central dalam perkembangan "Kubisme" dan dia juga ternama karena kebrilianan otak serta kemampuan tekniknya. Sepanjang usianya dia sudah mencipta lebih dari 20.000 hasil seni yang mencengangkan. Mungkin tak ada pelukis dalam sejarah yang sanggup melakukan karya dengan kualitas begitu tinggi dengan banyak cara dan gaya. Karyanya selalu mencapai harga tinggi, karena itu dia menjadi orang yg amat kaya raya.



13. SALVADOR DALI (1904 - 1989) Spanyol






Dali, Klimt Paintings Fail to Sell at US $124.7 (Rp 1,3 triliun)  

High-value paintings by  Gustav Klimt "Lakeshore with Birches" 1901  - and Salvador Dal failed - 'Oasis' 1946 to sell at US $124.7 million auction in London  tonight as wealthy buyers of Impressionist and modern art balked at over-ambitious estimates. (Bloomberg.com by Scott Reyburn Feb 8, 2012 2:12 PM)
Salvador Domingo Felipe Jacinto Dalí i Domènech lahir di Fiqueres, Spanyol, 11 Mei 1904. dan hingga wafat 23 Januari 1989 di Spanyol. Menimba ilmu di Real Academia de Bellas Artes de San Fernando, Madrid. Selain ke ahliannya melukis, Dali juga pandai menggambar, fotographi, seni patung, menulis dan film. Aliran lukisannya lebih terkenal dengan Surealisme walaupun kadang dia melukis bergaya kubisme atau Dadaisme.

Dali seorang artis dengan talenta dan imaginasi yang tinggi. Dia mengakui bahwa dia sangat menyukai melakukan hal yang tidak biasa, karena itupula dengan sifat keteaterannya yang eksentrik kadang mempengaruhi karya lukisnya yang banyak menarik perhatian publik.

Lukisan paling terkenal oleh Salvador Dali, The Persistence of Memory dibuat pada tahun 1931 dan sekarang dipajang di Museum of Modern Art di New York City. .



14. MARK ROTHKO (1903 - 1970) America









"WHITE CENTER" 1950, US $ 72,84 juta / Rp 801 miliar


Lukisan Mark Rothko berjudul “White Center” 1950 terjual laku di tahun 2007 mencapai US $ 72.84 juta.

Mark Rothko lahir di Dvisk, Rusia, pada tanggal 25 September 1993. Dibesarkan dalam keluarga yang terdidik dengan kecenderungan Zionis. Pada usia 10 tahun Rothko dan keluarganya berimigrasi ke Amerika dan tahun 1924 terdaftar di Art Students League kemudian  tahun 1929 Rothko mengajar anak anak di Akademi Pusat Yahudi Brooklyn Center, posisi tersebut dipertahankan selama lebih dari dua puluh tahun.

Pameran tunggal yang pertama pada tahun 1933 di Museum of Art di Portland dan beberapa bulan kemudian pameran di Galeri Seni Kontemporer.  Kesepuluh kali pameran, lukisan Rothko dalam gaya ekspresionis. Media lukisannya kadang menggunakan cat minyak, kadang cat air dan nampak tercermin dalam minatnya pada mitologi Yunani, seni primitif dan tragedi kristen. dalam perkembangan lukisannya menjelajahi teknik gambar yang spontan dalam menciptakan lukisan abstrak, bentuk bentuk cahaya yang menyinggung kehidupan.

Pada tahun 1958 Rothko menerima komisi pertama untuk serangkaian melukis untuk restoran Four Seasons di New York. Komisi kedua untuk mural pada tahun 1961 untuk pusat Holyoke di Harvard University. kemudian komisi ketiga sampai dengan komisi terakhir di sebuah Kapel Interdenominasi di Houston yang dirancang oleh Philip Johnson dan sekarang Kapel tersebut dinamakan Kapel Rothko. Pada tahun 1968 Rothko terpilih menjadi anggota Institut Nasional seni dan Sastra. Tahun berikutnya menerima gelar kehormatan dari Universitas Yale sebagai Doctor of Fine Arts. Pada tahun 1970 Rothko bunuh diri di studio lukisnya.
 sumber : studiocleo.com/gallerie/rothko/biography

15. WILLEM DE KOONING (1904 -1997)
      America





"Women III" US $ 152,5 juta / Rp 1,67 triliun

"Women III" adalah karya lukisannya yang bergaya ekspresionis abstrak terjual pada November 2006 dengan harga US $ 152,5 juta. Lukisan ini dibuat tahun 1951 berukuran 1,7 m X 1,2 m.
Era pasca-Perang Dunia II, de Kooning  sebagai pelukis beraliran  ekspresionisme abstrak , dan merupakan bagian dari kelompok seniman yang kemudian dikenal  New York School. Pelukis lain dalam kelompok ini termasuk Jackson Pollock, Elaine de Kooning, Lee Krasner, Franz Kline, Arshile Gorky, Mark Rothko, Hans Hofmann, Adolph Gottlieb, Anne Ryan, Robert Motherwell, Philip Guston, dan Clyfford Still.

Pada September 2011 karya
De Kooning mendapatkan kerhormatan pada pameran retrospektif berskala besar, De Kooning  A Retrospective 18 September 2011 - 9 Januari 2012 di MoMA di New York City.

Willem de Kooning lahir 24 April 1904 di North Rotterdam dan meninggal 19 March 1997 di Long Island, New York United States. Menjalankan pendidikan  artistik di Rotterdam Academy of Fine Arts dan Teknik selama delapan tahun.  Pada tahun 1920 ia bekerja sebagai asisten direktur seni di department store Rotterdam.  Kemudian dia pindah ke Amerika Serikat sebagai penumpang gelap  kapal barang Inggris SS Shelley pada tahun 1926. De Kooning adalah salah satu dari tiga puluh delapan seniman yang dipilih dari undangan umum untuk New York City artis metropolitan untuk merancang dan melukis 105 mural publik pada 1939 New York World Fair

Pada tahun 1938 , mungkin di bawah pengaruh Arshile Gorky , De Kooning dalam lukisannya memulai  dengan pigure laki-laki , termasuk karyanya yang berjudul   Two Men Standing , Man , dan  Gambar Pria Duduk , sementara secara bersamaan memulai melukis lebih  ke abstraks murni berwarna warni , seperti  pada  Pink Landscape dan Elegy . Sepertinya karyanya terus berkembang , warna tinggi dan garis-garis elegan dari abstraksi mulai merayap ke dalam karya-karya yang lebih figuratif , dan secara kebetulan figure  dan abstraksi terus berlanjut hingga tahun 1940-an

Pada tahun 1938 , de Kooning bertemu Elaine Marie Fried , kemudian dikenal sebagai Elaine de Kooning , yang dinikahinya pada tahun 1943 . Dia juga menjadi artis yang signifikan . Selama tahun 1940-an , ia menjadi semakin diidentikkan dengan gerakan Abstrak ekspresionis dan diakui sebagai salah satu pemimpin
di pertengahan 1950-an. Dia mengajar di Black Mountain College di North Carolina pada tahun 1948 dan di Yale School of Art pada 1950-1951 . Pada tahun 1950 , de Kooning adalah salah satu dari 17 Ekspresionis Abstrak yang menonjol.




16. FRANCIS BACON (1909 - 1992) Inggris








"Three Studies of Lucian Freud" US $ 142,4 jt / Rp 1,56 triliun


Lukisan karya seniman Inggris , Francis Bacon, berjudul "Three Studies of Lucian Freud" yang dirampungkan pada 1969. laku terjual US $ 142,4 juta (Rp 1,56 triliun) dalam acara lelang di Christie, New York. (13/11/2013)
Lukisan cat minyak di atas kanvas berjudul 'Study for a Potrait of Peter Lacy' dipandang sebagai salah satu karya penting Bacon dan akan menjadi salah satu sorotan dalam penjualan pada malam seni kontemporer Sotheby's pada 14 Mei 2013..
Lukisan itu dalam warna biru, hijau dan hitam, menampakkan Lacy duduk di suatu pagar sambil memegang segelas anggur. Karya tersebut dilukis beberapa bulan setelah kematian Peter Lacy akibat alkohol.
"Ini menandai semacam lautan perubahan dalam bahasa gambar pada lukisan Bacon tahun 1962. Susunan yang radikal, komposisi lukisan pagar horisontal di bawah sosok obyeknya dan sangat bergaya abstrak-impresionis Amerika dan permainan warna serta latar belakangnya," papar Oliver Baker. Deputi Kepala Sotheby's di Eropa
"Jika kita memperhatikan seluruh karya Bacon, dan seluruhnya tidak lebih dari 600 lukisan, kebanyakan didedikasikan pada orang-orang yang tergolong teman dan kerabat," kata Barker. 
Lukisan itu telah dijual dari koleksi pribadi dan sudah 40 tahun tidak terpampang untuk umum. Karya tersebut akan dipamerkan di London mulai 12 - 16 April dan di New York mulai 3 Mei.
Barker mengatakan, pra-penjualan akan menaksir minat terhadap karya-karya Bacon sejak mendapat perbaikan pada pasar seni tahun 2008. Catatan penjualan karya Bacon dalam lelang adalah 86,3 juta dolar pada lelang di Sotheby's New York tahun 2008 untuk karya berjudul 'Triptych, 1976' yang diangkat dari mitologi Yunani kuno dan legenda Prometheus.
"Kolektor seni besar dunia disadarkan oleh kenyataan, bahwa Bacon tidak diperdebatkan lagi, adalah salah seorang pelukis penting dalam 100 tahun terakhir," tutur Barker.

Sumber: ANT, Reuters - Editor: Ary Nugraheni



17. JACKSON POLLOCK (1912 - 1956) 
      America









"No.5, 1948" US $ 155,2 juta / Rp 1,7 triliun

Pelukis Amerika yang dikenal berkontribusi pada gerakan ekspresionis abstrak. Lukisannya yang berjudul "No.5, 1948" pernah menjadi polemik penjualan, akhirnya polemik itu ditengahi oleh Balai Lelang Sotheby ini mencapai harga fantastis US $ 155,2 jt.

Paul Jackson Pollock adalah seorang pelukis Amerika pelopor aliran abstrak ekspresionis. Pollock memulai karir melukisnya pada tahun 1929 di Art Students's League, New York, di bawah asuhan Thomas Hart Benton, seorang pelukis muralis kenamaan New York. Dalam perjalanan melukisnya, Pallock memulai dengan menggunakan aliran regionalis atau biasa disebut aliran naturalis. Seiring perjalanan, ia mulai mengikuti aliran muralis, sebuah aliran dimana melukis dengan menggunakan media besar yang permanen seperti dinding atau langit-langit atap.

Percampuran aliran antara regionalis, muralis, ditambah dengan sedikit surealis pada aspek-aspek tertentu membuat imajinasi Pollock terbangun dengan memulai satu aliran baru yang disebut abstrak ekspresionis. Pada aliran yang ia ciptakan ini bermula saat dirinya tengah melukis di atas kanvas dengan lantai sebagai alas. Saat itu, ia memulai dengan bentuk tetesan-tetesan yang ada di kaleng cat yang kemudian disembur dengan menggunakan kuas. Tak puas hanya dengan kuas, Pollock berkreasi dengan benda-benda padat atau asing yang sekiranya dapat meratakan tetesan-tetesan warna dari kalengnya, seperti pecahan kaca, pisau, kayu, bahkan campuran dari pasir sekalipun. Ditemukan pada beberapa buku biografi, Pollock mengaku bahwa apa yang ia ciptakan adalah berasal dari ketidak sengajaan yang kemudian dikreasikan sedemikian rupa hingga didapatkan hasil berupa lukisan yang sepenuhnya abstrak. Hal ini diakui banyak orang bahwa melukis dengan hati akan mempengaruhi hasil dari lukisan yang dibuat seperti halnya terjadi pada banyak pelukis lain. Penemuan aliran ini terjadi pada tahun 1947.


Sebelumnya, suami dari aktris sekaligus pelukis Lee Krasner ini menghabiskan waktunya dengan bekerja di Federal Art Project sebelum akhirnya bekerja secara independen dengan menciptakan lukisan-lukisan abstrak dan dipamerkan di beberapa museum. Tak hanya itu, ia juga mendirikan sebuah studio lukis bersama dengan istrinya yang ia beri label Pollock-Krasner House and Studio.


 Pada tahun 1956, Pollock dinyatakan meninggal akibat kecelakaan yang menewaskan dirinya dan penumpang lainnya, Edith Metzger. Kecelakaan tersebut diakibatkan oleh Pollock yang tengah mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Ia dan rekannya tewas di tempat, sementara ibu Pollock, Ruth Kligman dinyatakan selamat.
Sepeninggalnya, studio lukis milik Pollock dan istrinya dikelola secara resmi oleh Stony Brook Foundation, sebuah organisasi yang bernaung di bawah Stony Brook University. Pada tahun 1985, melalui organisasi lain didirikan sebuah yayasan yang menaungi pelukis independen yang "kurang beruntung", Pollock-Krasner Foundation, yang kemudian hak ciptanya berada pada Artist Rights Society.
sumber : Riset dan analisa oleh Atiqoh Hasan.merdeka.com



18. ANDY WARHOL (1928 - 1987) Amerika





Salah satu karya seni Andy Warhol berjudul ‘Coca-Cola’ diperkirakan akan laku lelang antara US$40 juta sampai US$60 juta / Rp 692 miliar dalam lelang di New York Selasa (12/11). 

Lukisan hitam putih yang disebut Coca Cola Three termasuk salah satu yang paling terkenal dan diciptakan seniman Amerika itu pada 1962. Karya itu dianggap sebagai terobosan dalam karir Warhol karena menandai lahirnya gaya seni pop. Lukisan itu merupakan bagian dari koleksi pribadi selama dua dekade terakhir. Lukisan yang ditempatkan di jendela di salah satu toko amal New York tampak seperti iklan di awal tahun 1960an. Karya setinggi manusia (180 cm) itu menampilkan tiga botol melengkung dengan warna hitam putih. Andy Warhol mengganggap karya itu sebagai inti Amerika dengan warga kaya dan miskin membeli produk yang sama. "Inilah masyarakat kita. Inilah siapa kita," kata Warhol tentang karyanya.
Seniman bernama lengkap Andrew Warhola ini, adalah seniman yang multi-talenta. Selain sukses sebagai ilustrator handal, ia juga seorang pelukis, pembuat film, produser musik sekaligus selebriti. Idenya yang fenomenal, yaitu menyatukan seni komersial dan populer dalam karyanya (Pop-Art) membuat Andy dijuluki “Pope of Pop.”

Seniman asal Amerika ini, lahir di Pittsburgh, 6 Agustus 1928. Semasa kecil, Andy mengidap kelainan syaraf yang membuatnya harus selalu terbaring di ranjang. Ia banyak mengabiskan waktu bersama ibunya dan mengisi waktunya dengan menggambar, mendengarkan radio dan mengumpulkan foto selebriti di sekitar tempat tidurnya. Meski dalam kondisi sulit, masa kecilnya ini justru merupakan bagian penting bagi perkembangan kepribadian dan kemampuan Warhol.

Warhol memperdalam bakat seninya dengan kuliah seni komersial di School of Fine Arts, Carnegie Institute of Technology, Pittsburgh. Ia memulai karir sebagai ilustrator di majalah dan periklanan. Ia lalu merambah dunia seni lukis pada tahun 1960an dan menciptakan banyak lukisan yang ikonik, karena menggunakan teknik Pop-Art. Sejumlah lukisan hits seperti brand Campbell’s Soup Cans, serta wajah selebriti seperti Elvis Presley, Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor dll, lahir dari tangannya. Ciri khas lukisan Andy Warhol yang menonjol adalah pemakain warna yang terang dan kontras.

Warhol terus melahirkan karya seni hingga akhir hayatnya. Ia meninggal pada 22 Februari 1987, karena serangan jantung. Di tahun itu pula, berdiri The Andy Warhol Foundation for Visual Art, sesuai keinginan Andy. Yayasan yang berlokasi di Pittsburgh ini, berfungsi sebagai museum resmi Andy Warhol dan memiliki misi mendorong ekspresi seni yang inovatif dan juga kreatif.

www.gadis.co.id/gaul/ngobrol/andy.warhol,  BUDAYA | November 13, 2013 08:10:50 |www.asatunews.com/berita-12386-lukisan-karya-andy-warhol-dilelang-minimal-us-40.html BBCIndonesia.com - detikNews


Referensi :
Michael H. Hart, Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah
id.wikipedia.org/
http://www.christies.com/lotfinder/painting
ANT, Reuters
Ev. Maya Sianturi, bulettinpilar.com

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


PELUKIS ASING TERKENAL  
MENETAP DI INDONESIA


1. ADRIEN JEAN LE MAYEUR DE MERPRES (1880 - 1958)







2. WALTER SPIES (1895 - 1942)







3. JOHAN RUDOLF BONNET (1895 - 1978)





                                    
4. WILLEM GERARD HOFKER (1902 - 1981)










5. ANTONIO MARIO BLANCO (1912 - 1999)







6. LEE MAN FONG (1913 - 1988)











PELUKIS INDONESIA TERKENAL 
 1. RADEN SALEH (1807 - 1880)










Masa kecil 
Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat . Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab. Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, dekat Semarang. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di  sekolah rakyat (Volks-School).
Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya, Payen – pelukis berkebangsaan Belanda, mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen yang memerintah waktu itu (1819 - 1826) setelah ia melihat karya Raden Saleh.  
                        
Belajar ke Eropa
Dua tahun pertama di Eropa ia pakai untuk memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Sedangkan soal melukis, selama lima tahun pertama, ia belajar melukis potret dari Cornelis Kruseman dan tema pemandangan dari Andries Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan.
Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan menambah ilmu pengetahuan. Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu, misalnya Dresden, Jerman. Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman, dan diteruskan ke Weimar, Jerman (1843). Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda.
Saat di Eropa, ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris, yang mau tak mau memengaruhi dirinya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan, Horace Vernet, ke Aljajair untuk tinggal selama beberapa bulan pada tahun 1846. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya, wanita Belanda yang kaya raya.

Kembali ke Hindia Belanda (Indonesia)
Saleh kembali ke Hindia Belanda pada 1852 setelah 20 tahun menetap di Eropa. Dia bekerja sebagai konservator lukisan pemerintahan kolonial dan mengerjakan sejumlah portret untuk keluarga kerajaan Jawa, sambil terus melukis pemandangan. Pada 1867, Raden Saleh menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Kraton Yogyakarta bernama Raden Ayu Danudirja dan pindah ke Bogor, dimana ia menyewa sebuah rumah dekat Kebun Raya Bogor yang berpemandangan Gunung Salak. Di kemudian hari, Saleh membawa istrinya berjalan-jalan ke Eropa, mengunjungi negeri-negeri seperti Belanda, Prancis, Jerman, dan Italia.

Kematian
Pada Jum'at pagi 23 April 1880, Saleh tiba-tiba jatuh sakit. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa aliran darahnya terhambat karena pengendapan yang terjadi dekat jatungnya. Ia dikuburkan dua hari kemudian di Kampung Empang, Bogor

Lukisan
Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 - 1851)
Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis  Gerricault (1791-1824)dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Saleh)  

2. AFFANDI (1907 - 1990)






Affandi dilahirkan di  Cirebon pada tahun  1907 putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di  Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. HIS, MULO dan selanjutnya tamat dari  AMS.
Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.
Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok  Lima Bandung yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah  Hendra Gunawan, Barli, Sudarso dan  Wahidi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia.
Pada tahun  1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia.
Suatu saat, dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di  Santiniketan, India, suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Ketika telah tiba di India, dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.
.

Affandi dan melukis

Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Dalam perjalanannya berkarya, pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974, ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya.
Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali, Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Oleh para kritisi Barat, lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran  ekspresionisme. Bagi Affandi, melukis adalah bekerja. Dia melukis seperti orang lapar.
Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990, ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu.

Museum Affandi

Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden  Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya.
Saat ini, terdapat sekitar 1.000-an lebih lukisan di  Museum Affandi, dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. Lukisan-lukisan Affandi  yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal kariernya hingga selesai, sehingga tidak dijual.
Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti  Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Hendra, Rusli, Fajar Sidik dan lain-lain. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi.
.

Affandi di mata dunia

Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh, Basuki Abdullah dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya, para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia, sementara di  Florence, Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro.
Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Di antaranya, pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano, Florence, Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia.
Dari dalam negeri sendiri, tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya, di antaranya, penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di  Yogyakarta
(http://id.wikipedia.org/wiki/affandi) 

 
 3. BASUKI ABDULLAH (1915 - 1993)










Basuki Abdullah lahir di Surakarta,  Jawa Tengah,  25 Januari 1915, – meninggal  5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis  Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi  Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan  Indonesia, disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Masa muda


Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya, Abdullah Suriosubroto, yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo Sejak umur 4 tahun Basuki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya  Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krisnamurti.

Pendidikan formal Basuki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo.  Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basuki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di  Den Haag, Belanda,  dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Aktivitas


Pada masa Pemerintahan  Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama  Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda  Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basuki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis  Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Lukisan "Balinese Beauty" karya Basuki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's di  Singapura pada tahun 1996.

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basuki Abdullah, putera  Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basuki Abdullah sering kali berkeliling  Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi  Italia dan  Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Basuki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.

Basuki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di  Bangkok (Thailand), Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basuki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis  Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basuki Abdullah menetap di  Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah




4. DULLAH









5. S. SUDJOJONO









6. SRIHADI










7. POPO ISKANDAR










8. HENDRA GUNAWAN








9. ADPIROUS








10. JOKO PEKIK











11. ACHMAD SADALI









11. RUSTAMADJI











12. JEIHAN SUKAMANTO




  


1 komentar:

  1. Terima kasih kak postingannya.Karena postingan kakak saya bisa menyelesaikan tugas saya
    Sekali lagi terima kasih kak

    BalasHapus